Wednesday, December 26, 2012

Nampaknya Ini Lucu

Waktu smester 2 di suruh buat puisi sama dosen softskill, dan gw buat puisi ini Cuma 5 menit dan hasilnya kok jadi lucu. Hehe. Enjoyed!


Nampaknya ini lucu..

Nampaknya ini lucu entah kenapa ketika saya melihat anda tertawa dan entah kenapa saya pun sangat bahagia, dan saat itu hanya ada satu dalam benak saya hanya
"bahagia"

Nampaknya ini lucu,
Entah kenapa ketika saya melihat mu bersedih dan tak bersemangat, saya merasa sangat terpuruk, sehingga hanya satu dalam pikiran saya hanya "sedih"

Dan nampaknya ini lucu,
Ketika mata saya bertabrakan dengan mata anda ada satu gerakan dalam hati saya yang berkata
" hey dialah orangnya".
Dan saya tak dapat memungkiri jika anda mungkin saja sempurna. Dan betapa dungu nya saya karna anda selalu berjalan tanpa henti di pikiran saya.
Dan sekali lagi ini nampaknya ini sangat lucu, ketika saya yang bodoh ini telah terpukau dengan keindahan dan keanggunan hati anda,tapi  berakhir dengan airmata, karna tak kunjung anda terpana pada apa yang ada di depan mata.

Hey tapi aku yakin suatu saat nanti keadaan ini akan di putar karena, pada akhirnya tulang rusuk dan pemiliknya akan bertemu di saat yang tepat nantinya.

Dan benar saja bukan,
 apa yang aku bilang ini, sangatlah lucu..

Tuesday, December 25, 2012

Gak akan ada yang tau... (sssstttttt !! ) | PART 8 |

"Eh guys, aku ke jogja tuh sebenernya juga mau ketemu sama seseorang loh, ceritanya panjang banget, intinya setaun lalu aku baru tau aku punya sodara kembar, dia kuliaah di jogja. Nah sekarang dia mau ke rumah. Sekarang dia mau tinggal di rumah aku. Aku sekarang punya kakak looohh.. Nah tuh dia..." Kata dya sambil melambaikan tangan ke seorang cowok tampan

  "Hai eka... Ekaaa..." Dya melambaikan tangan pada eka.

  "Ini kenalin Muhammad Eka Saputra, keren kan namanya, siapa dulu, kembaran aku..."

  "Hah kembaran? Kok. Kamu gak pernah cerita dy? " Kata bian

  "Iya aku sengaja nyembunyiin eka dari kalian, karna eka masih di jogja. Walaupun kita gak identik, tapi kita memang kembar, " kata dya dan menjelaskan semuanya sama sahabatnya itu.

  Eka adalah pria tampan kembaran dya yang baru di satuin setaun yang lalu. Dya sengaja gak cerita ke sahabat2nya ini karna mau bikin kejutan untuk sahabat2nya itu.

  "Hai, kamu pasti bian, dan ini zara yakan? Dya sering cerita tentang kalian loh" Kata eka

  Zara bener2 bengong liat eka. Zara nyubit2 pipi nya sendiri dan gak percaya ini nyata.
  Eka dalam mimpinya itu nyata, tapi dalam bentuk yang pure cowok.Dalam bentuk yang lebih sempurna. Di mata zara, eka sangat sempurna.

  "Oh my god," kata zara pelan

  "Kenapa kamu za, kok ngeliatin eka nya ampe segitunyaaa....? ehem suka ya sama eka? Hayooo ngakuuu!!!" Kata dya menggoda zara

  "Α.. Aku.. Eng....Engga. Eh aku..." Kata zara gugup

  "Haha kamu lucu deh, nah kereta kita udah mau berangkat tuh. " Kata eka

  Zara masih gak percaya mimpinya jadi nyata tapi dalam keadaan yang jauuuuuhhh lebih baik.....

 Zara, bian dan dya masih bersahabat sampe sekarang dan selamanya. Lalu Bian dan dya masuk di universitas teknik di bandung.

  Zara dan eka........... Kalian sendiri yang bikin ending nya ya buat zara dan eka ya...

  The end...
  
  akhirnya tamat juga thanks buat yang udah ngikutin cerbung ini dari awal... makasih banget 
Mungkin bakal ada cerbung2 yang lain lagi kalo gw dapet ide gila lagi hehehe. Makasih banget ya sekali lagi... 

   Alhamdulillah ini  part terakhir, yang mau liat dari awal cek aja ya postingan gw yang udah2 hehe. Yang udah ngikutin cerbung gw ini gw ucapkan terimakasih.. jangan pada kesel ya... karna part 7 nya antiklimaks hahha

Monday, December 24, 2012

Gak akan ada yang tau... (sssstttttt !! ) | PART 7 |

*Tenonettonettonetoneeeeet.....*

   Alarm handphone zara berbunyi, dia kebangun... Zara bangun dengan badan penuh keringat.

  "Za, kamu kenapa? Kok keringetan gitu? Abis mimpi ketemu setan?" Kata dya

  "Aku mimpi, aku mimpi dy? Aku cuma mimpi dya?" Kata zara gak percaya

  "Hahha, aku gak tau kamu mimpi apa engga. Yang aku tau kamu dari semalem tiduuurrr dan baru bangun pagi ini. Wake up lazy girl! Kita mau pulang ke jakarta sekarang. Cepet mandi gih, kamu bau hahaha bian aja udah wangi tuh," kata dya mengejek zara

  "Iya dong aku udah mandi, kamu bau za hahha, mandi gih!" Kata bian sambil melempar handuk nya zara
  Zara masih bengong gak percaya, ternyata semuanya hanya mimpi buruk zara. Bian zara dan dya masih bersahabat sampe saat ini. Dan mereka pun masih di jogja.

  Zara tiba2 menangis sekejer2 nya.

  "Loh za, kamu kenapa? Tenang za... Coba ceritain mimpi kamu..." Kata dya sambil memeluk zara

  "Eh kok nangis kamu mimpi apa za?" Kata bian yang ikutan panik

  "Aku mimpi kita pisah, karna salah paham, aku mau jujur sama kalian berdua. Kita sekarang harus buka2an sama perasaan masing2. Bi, kamu suka kan sama dya? Soalnya dya suka sama kamu, dya selalu nungguin kamu untuk bilang suka ke dia!" Tanya zara

  Bian terlihat kaget sama omongannya zara, dya pun lebih kaget dan mukanya memerah.

  "Kok kamu ngomong begini sih za? kita kan udah sepakat gak ngomongin hal ini di depan bian.." Kata dya

  "Aku gak mau kita salah paham, aku gak mau kejadian seperti apa yang dimimpi aku" kata zara

  "Oke , za, dy. Aku mau jujur, aku suka sama dya udah lama. Aku sayang kamu dy. Niatnya di perjalanan pulang nanti, aku mau ngomong hal ini sama kamu dy. Aku nunggu waktu yang tepat. Dan aku pikir nanti adalah waktu yang tepat, tapi karna kita harus buka2an sekarang, ya aku rasa waktu yang tepat itu adalah saat ini" 
  " Nadya Maya Sakura, aku mau kita gak cuma jadi sahabat" kata bian sambil memegang tangannya dya

  Dya bengong, dya bener2 gak percaya bian ngomong hal ini. Dan suasana seperti ini sangatlah romantis, dan ini jauh lebih sempurna. Lalu zara mengagetkan. Dan ngomong...

  "Dy, aku mau jujur sama kamu. Tapi kamu janji kamu jangan marah sama aku. Bian, kamu juga jangan ngejauh dari aku. Janji? " Kata zara

  Bian dan dya mengangguk.

  "Aku juga sayang sama bian. Lebih dari sahabat, aku penuh harap sama bian. Tapi stelah kamu bilang suka sama bian, dan aku rasa kamu lebih tepat buat bian. Aku ngubur dalam2 perasaan aku ini. Sekarang, saat ini, aku udah bener2 sayang sama kalian berdua sebagai sahabat. Kamu dan bian udah gak ada bedanya lagi di hati aku. Aku mohon dy, bi, kalian harus jadian ya. Aku mau kamu dan bian gak cuma saling suka tapi harus berani bertanggung jawab sama apa yang kalian rasain. Mau gak dy?"

  Dya makin bengong denger pengakuan zara. Tapi gak ada rasa kesel sedikit pun di hati dya.

  Akhirnya dya dan bian bisa mempertanggung jawab kan hatinya masing2. Mereka jadian di kota jogja. Kota yang punya banyak cerita. Jogja adalah awal untuk dya dan bian.
  
  Lalu mereka pun pulang ke Jakarta.

  Di stasiun mereka bertiga nunggu kereta tujuan jakarta. Dan gak disangka-sangka.....

to be continued....

Sunday, December 23, 2012

Gak akan ada yang tau... (sssstttttt !! ) | PART 6 |

Eka.

  Dya dan eka saling menatap penuh kekagetan. Mereka bener2 bingung. Kenapa ibunya bisa kenal sama eka. Dya udah takut kalau hubungan nya dengan eka kebongkar. Dya mengira eka ngomong sama ibu nya tentang mereka berdua. Dya sangat shock. Tapi dya coba tetep tenang.

  Dya dan eka saling menatap penuh tanya.

  "Sayang duduk sini, ibu sebelumnya mau minta maaf sama kamu, ibu mohon kamu diem dulu dan jangan banyak bertanya." Kata ibunya dya

  "Sayang dulu, Dulu..... sekali, pas ibu di rumah sakit, pas ngelahirin anak ibu yang paling cantik ini, ibu gak tau kalo ibu punya 2 anak cantik sekaligus. Karena suatu kejadian yang gak mau ibu bahas sekarang. Mungkin ibu tau, tapi ibu gak pernah tau keadaan anak ibu yang satunya. Ibu gak pernah cerita ini ke kamu, karna ibu takut kamu menyalahkan ibu, karna ibu gak bisa menghadirkan sodara kembar kamu selama ini. Nah alhamdulillah kita di pertemukan lagi. Ini takdir اَللّهُ sayang. Melalui ibu riska, bidan yg waktu itu ngebantu ibu ngelahirin kalian. Dan ini dia sodara kembar kamu, namanya Eka putri, dia agak tomboy sih sayang, tapi dia baik loh. Dia selama ini di urus oleh ibu riska ini. Maafin ibu sekali lagi maafin ibu gak pernah cerita ini sebelumnya."

  Mendengar penjelasan ibunya, dya bener2 shock. Dya dan eka bener2 sangat terlihat shock, bagaimana bisa mereka sepasang kekasih yang gak wajar, ternyata sepasang sodara kembar yang gak identik.

  Dya dan eka seperti di tampar dan jatuh tersungkur ke tanah. Dya dan eka kehabisan kata2.
  Melihat anaknya se kaget itu, ibunya menenangkan.

  "Eka akan tinggal disini sayang sama kita, sekarang kamu ada temennya ya. Dan ibu mohon kamu bisa menerima eka sebagai sodara kamu ya, kamu besok beres2 barang2 di kosan kamu ya. Eka yang bantuin kamu nanti, iya kan sayang? Kamu mau bantuin dya beres2 barang2 di kosannya?" Tanya ibunya dya

   "Iya tante," jawab eka

  "Eh kok panggil tante, kamu kan anak ibu, kamu panggil saya ibu ya sekarang, sekarang kamu dan dya gak ada bedanya, kalo kamu butuh apa2 kamu bisa minta ke ibu. Kamu juga gak boleh canggung sama dya, kamu dan dya adalah anak yang sama di lahirkan dari rahim ibu di hari yang sama, jadi kalian berdua gak boleh canggung ya..." Kata ibunya dya lagi

  "Iya bu" kata eka
  Eka berusaha setenang mungkin. Tapi dya sepertinya gak bisa terima ini. Dya langsung berlari ke kamarnya. Dan membanting pintu kamarnya sekeras mungkin. 

  *GUBRAAAAKKK!!!!*

  Dengan airmata yang deras, dya menangis di kamar sendirian. Ibu nya merasa gak enak sama eka. Tapi eka sadar, dya begitu bukan tidak menerima dia, tapi dya hanya bingung. Dan gak percaya sama yang terjadi dalam hidupnya.

  "Eka maafin dya ya, maafin ibu. Eka mau terima ibu kan jadi ibu nya eka?" Tanya ibunya

  "Iya bu, biar saya ke atas ya bu, saya mau coba nenangin dya" kata eka

  "Kamu gak apa2 kan ka? Maafin sikapnya dya ya, mungkin dya kaget, karna harus terima orang baru di hidupnya. Iya kamu coba tenangin ade mu ya ka, ibu mohon sama kamu. " Kata ibunya

  "Iya bu saya coba ngomong sama dya" kata eka yang langsung bergegas ke kamar dya setelah pamitan sama ibu riska.

  "Yaudah bu saya titip eka ya, saya minta maaf kalo saya baru bisa mempertemukan eka dan ibu kandungnya sekarang ini" kata bu riska sebelum dia berpamitan

  "Saya makasih sekali bu, berkat ibu keluarga kami jadi lengkap lagi saya makasih sekali lagi, dan saya minta maaf atas sikap dya yang kurang sopan" kata ibunya dya dan eka.
   
  " Saya bisa maklum bu, dengan keadaan dya, yaudah saya pamit pulang dulu ya bu..."

  Lalu ibu riska pun pergi dari rumah dya. 

  Kembali lagi dengan eka dan dya.

  "Dy, aku mau masuk dy, ini eka dy.. Dy kita bisa ngomong baik2 kan dy.. Dy jangan buat aku ngerasa bersalah dy, aku minta maaf" kata eka sambil mengetuk2 pintu kamar dya
  Gak ada jawaban dari dya

  "Dy.. Aku mohon dy buka pintunya, kita bisa ngomongin hal ini dy, aku tau kamu kaget. Tapi kita bisa ngonmong baik2 kan dy...." Kata eka lagi

  "Dyaaa, nadya... Aku mohon dy buka pintunya, aku gak akan pergi dari depan pintu kamu sebelum kamu buka pintunya... Dy....dyaaaa" eka pun mulai memohon dan meratap

  Ibunya melihat hal itu terlihat sangat sedih, dia menganggap dya bener-bener gak mau terima eka sebagai saudaranya.

  "Dya gak akan bisa terima ini" kata ibunya dalam hatinya. Lalu ibunya langsung masuk kedalam kamarnya dengan setetes air mata.

  Akhirnya setelah eka memohon cukup lama dya ngebuka pintunya. Dan eka langsung masuk ke kamar dya.

  "Dy... Aku mohon kamu jangan nagis. Aku juga sedih dy. Aku sama sedihnya sama kamu. Seharusnya waktu kamu bilang kita harus udah in ini semua, aku setuju. Tapi aku nolak karna aku gak tau akhirnya akan seperti ini. Dya.... Biarpun aku sodara kandung kamu tapi aku tetep sayang kamu. Dan seperti yang kamu bilang, emang kita harus udahin ini semua" kata eka

  "Ka.... Aku gak tau harus gimana... Ka, aku bingung" lalu dya menangis lagi

  Eka juga gak bisa berkata apa2. Dya dan eka hanya bisa terduduk diam. Tanpa kata. Tanpa suara. Dan akhirnya dya memeluk eka dengan sangat erat, seakan berkata "kita memang harus berakhir"

  Dan eka membalas pelukan dya. Seakan menyetujui nya.
  
  Tapi tiba-tiba..... 

 To be continued.